Pages

Rabu, 18 Juli 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN FREE SEX DAN HIV AIDS


SATUAN ACARA PENYULUHAN
FREE SEX(SEKS BEBAS) PADA REMAJA dan HIV/AIDS
Pokok Bahasan            : Free Sex(Seks Bebas) Pada Remaja dan HIV/AIDS
Jumlah Peserta             : 24 orang
Waktu                          : 45 menit
Hari/Tanggal                 :Minggu, 17 juni 2012
Tempat                         :

A.    Latar Belakang Masalah
  
Kurangnya pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya free sex, merupakan factor  pemicu terbesar terjadinya seks bebas di kalangan remaja. Data menunjukkan bahwa perilaku seks pranikah di kalangan remaja mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Survey terhadap pelajar SMU di Jakarta dan Surabaya menyebutkan terjadinya peningkatan presentase seks pranikah dari tahun 1997-1999. 9 % remaja putra dan 1 % remaja putri di Jakarta telah melakukan hubungan seks pranikah pada tahun 1997, dan angka ini mengalami peningkatan menjadi 23 % remaja putra dan 4 % remaja putri pada tahun 1999 dalam “Remaja,”2001).
   Sebuah survei terbaru terhadap 8084 remaja laki-laki dan remaja putri usia 15-24 tahun di 20 kabupaten pada empat propinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung) menemukan 46,2% remaja masih menganggap bahwa perempuan tidak akan hamil hanya dengan sekali melakukan hubungan seks. Kesalahan persepsi ini sebagian besar diyakini oleh remaja laki-laki (49,7%) dibandingkan pada remaja putri (42,3%). Survey MCR PKBI Jabar membagi dalam 8 faktor yang mempengaruhi terjadinya hubungan seksual pranikah yakni sulit mengendalikan dorongan seksual menduduki peringkat tertinggi, yakni 63,68%, faktor kurang taat menjalankan agama (55,79%), rangsangan seksual (52,63%), sering nonton blue film (49,47%), dan tak ada bimbingan orangtua (9,47%). Tiga faktor terakhir yang turut menyumbang hubungan seksual pranikah adalah pengaruh tren (24,74%), tekanan dari lingkungan (18,42%), dan masalah ekonomi (12,11). Hal ini sebagai cerminan bahwa kurangnya pendidikan tentag kesehatan reproduksi mengenai seks bebas. Salah satu dampak seks bebas yakni HIV/AIDS, karena memang penyebaran virus ini paling efektif melalui kontak hubungan kelamin, meskipun ada penyebab lainnya tetapi lewat seks bebaslah yang paling efektif dalam penyebaran virus tersebut. AIDS dapat mengakibatkan sepenuhnya pada kematian oleh penderitanya. Penderita HIV/AIDS akibat seks bebas terus meningkat setip tahunnya. Berdasarkan data kementrian kesehatan pada akhir juni 2010 terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan presentase pengidap usia 20-29 tahun yakni 48,1 persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 persen. Sebagai praktisi kesehatan khususnya sebagai bidan yang juga bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi remaja, maka seharusnya kita ikut menekan angka sex bebas pada remaja. Melalui penyuluhan-penyuluhan yang ditujukan kepada remaja, diharapkan mereka dapat semakin mengerti dan memahami bahwa free sex hanya akan membawa akibat negative bagi diri mereka sendiri. Dengan demikian diharapkan angka penularan penyakit HIV/AIDS akan mengalami penurunan yang signifikan.
B.     Tujuan

1.      Tujuan Umum

Setelah diadakan penyuluhan tentang free sex pada remaja dan hiv/aids, pada remaja karang taruna gendingan RT 1/RW 14,di harapkan dapat mencegah terjadinya sex bebas dan HIV/AIDS.

2.      Tujuan Khusus
1.   Menekan terjadinya sex bebas dan pernikahan di usia dini.
2.   Mencegah dan melindungi diri dari PMS khususnya HIV/AIDS
C.     Manfaat Penyuluhan

1.      Mengetahui tentang pengertian remaja,reproduksi dan free sex.
2.      Mengetahui bagaimana free sex di kalangan remaja bisa terjadi.
3.      Mengetahui tentang bahaya free sex.
4.      Mengetahui tentang HIV/AIDS.
5.      Mengetahui tentang cara penularan HIV.
6.      Menegtahui tentang pencegahan HIV/AIDS.
7.      Mengetahiu tentang gejala terinfeksi HIV.
8.      Mengetahui tentang tahapan HIV menjadi AIDS.

D.    Materi Penyuluhan
  1. Pengertian remaja dan reproduksi?
  2. Pengertian free sex?
  3. Potret remaja?
  4. Remaja dan free sex?
  5. Bagaimana free sex di kalangan remaja bias terjadi?
  6. Dampak free sex?
  7. Bagaimana remaja bersikap?
  8. Pengertian HIV/AIDS?
  9. Bagaimana dapat terinfeksi HIV/AIDS dan cara penularannya?
  10. Bagaimana pencegahan HIV/AIDS?
  11. Bagaimana tahapan HIV menjadi AIDS?
  12. Bagaiman gejala orang yang terinfeksi HIV menjadI AIDS?
E.     Metode
1.      Cermah
2.      Tanya Jawab

F.      Media
1.      Liflet dan handout
2.      Laptop

G.    Sumber

1.      Raharjo,judi.1999.Kesehatan Reproduksi Panduan Bagi Perempuan.Yogyakarta:Pustaka Pelajar
3.      http://demostrue.blogspot.com/2012/03/sex-bebas-hivaids.html
4.      http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS
5.      Prof dr. Ida Bagus Gde Manuaba,SpOG.1998.Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.Jakarta:Arcan
7.      Adel.2009.Berbagai Materi Pendidikan Seks.Semarang:Mitra Peduli Center

H.    PROSES KEGIATAN
No.
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Audien
Waktu
1.
Pendahuluan :
  1. Menyampaikan salam
  2. Menjelaskan tujuan
  3. Apersepsi
  4. Membalas salam
  5. Mendengarkan dengan aktif
  6. Mendengarkan dan memberi respon

5 menit
2.
Penjelasan materi :
a.       Pengertian remaja dan reproduksi.
b.      Pengertian free sex.
  1. Potret remaja.
  2. Remaja dan free sex.
  3. Bagaimana free sex di kalangan remaja bias terjadi.
  4. Dampak free sex.
  5. Bagaimana remaja bersikap.
  6. Pengertian HIV/AIDS.
  7. Bagaimana dapat terinfeksi HIV/AIDS.
  8. Bagaimana pencegahan HIV/AIDS.
  9. Bagaimana tahapan HIV menjadi AIDS.
  10. Bagaiman gejala orang yang terinfeksi HIV menjadI AIDS.
  1. Mendengarkan,dan memperhatikan
2.      Menanyakan hal-hal yang belum jelas
25 menit
3.
Evaluasi
Memberikan pertanyaan lisan
Menjawab pertanyaan
10 menit
4.
Penutup
  1. Menyimpulkan hasil penyuluhan
  2. Memberikan salam
  3. Aktif bersama dalam menyimpulkan
  4. Membalas salam

5 menit



45    Menit
I.       RENCANA EVALUASI
Bentuk lisan :
  1. Apakah pengertian free sex(seks bebas)?
  2. Sebutkan dampak seks bebas?
  3. Sebutkan cara penularan HIV/AIDS?
  4. Dimana virus HIV yang  terdapat di sel darah putih?
MATERI PENYULUHAN
a.      Pengertian remaja dan  reproduksi
Remaja didefisinikan sebagai masa peralihan dari anak menjadi dewasa secara fisik,mental dan social.(BKKBN 2000). Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24tahun.Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun dan belum
kawin.Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak
Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.
Istilah reproduksi berasal dari kata re yang artinya kembali dan kata produksi yang
artinya membuat atau menghasilkan. Reproduksi adalah suatu proses kehidupan manusia dengan menghasilkan keturunan demi kelangsungan hidupnya. (BKKBN)
b.      Pengertian  free sex

Free sex(Seks bebas) adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi(pelacuran).
Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Aborsi sangat berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya.

c.       Potret remaja

Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam lingkungan mal-adaptif, akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak masa depan remaja. Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS).
Beberapa penelitian menunjukkan, remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57,3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan, 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. Menurut Prof. Wimpie, induksi haid adalah nama lain untuk aborsi.


Sebagai catatan, kejadian aborsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 2,3 juta per tahun. “ Dan 20 persen di antaranya remaja,” kata Guru Besar FK Universitas Udayana, Bali ini.
Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP, 10,53 persen pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen melakukan ciuman dalam, dan 3,86 persen pernah berhubungan seksual. Dari aspek medis, menurut Dr. Budi Martino L., SPOG, seks bebas memiliki banyak konsekwensi misalnya, penyakit menular seksual,(PMS), selain juga infeksi, infertilitas dan kanker. Tidak heranlah makin banyak kasus kehamilan pranikah, pengguguran kandungan, dan penyakit kelamin maupun penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS).
Di Denpasar sendiri, menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120 pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.
Tindakan remaja yang seringkali tanpa kendali menyebabkan bertambah panjangnya problem sosial yang dialaminya. Menurut WHO, di seluruh dunia, setiap tahun diperkirakan sekitar 40-60 juta ibu yang tidak menginginkan kehamilan melakukan aborsi. Setiap tahun diperkirakan 500.000 ibu mengalami kematian oleh kehamilan dan persalinan. Sekitar 30-50 % diantaranya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman dan 90 % terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.

d.      Remaja dan Free Sex

Remaja masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Namun disisi lain remaja mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Diusia remaja, akibat pengaruh hormonal, juga mengalami perubahan fisik yang cepat dan mendadak. Perubahan ini ditunjukkan dari perkembangan organ seksual menuju kesempurnaan fungsi serta tumbuhnya organ genetalia sekunder. Hal ini menjadikan remaja sangat dekat dengan permasalahan seputar seksual. Namun terbatasnya bekal yang dimiliki menjadikan remaja memang masih memerlukan perhatian dan pengarahan.
Ketidakpekaan orang tua dan pendidik terhadap kondisi remaja menyebabkan remaja sering terjatuh pada kegiatan tuna sosial. Ditambah lagi keengganan dan kecanggungan remaja untuk bertanya pada orang yang tepat semakin menguatkan alasan kenapa remaja sering bersikap tidak tepat terhadap organ reproduksinya. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua.
e.       Bagaimana Free Sex Dikalangan Remaja Bisa Terjadi

TIDAK BISA MENGATAKAN TIDAK
- karena merasa takut diputus hubungan oleh pacarnya.
- Pacar sudah membujuk rayu sedemikian rupa, sampai akhirnya tidak bisa menolak.
- Biasanya dijadikan alasan sebagai pembuktian cinta.
 MERASA BUKAN ANAK GAUL
- Dengan pernah melakukan seks, dianggap  Gaul.
 BISNIS
- Prostitusi semakin merebak.
- seringkali remaja juga dijadikan alat bisnis oleh orang tuanya.
- karena masalah kemiskinan.
 NILAI AGAMA YANG BERKURANG
- nilai-nilainya sudah bergeser.
- tidak takut akan dosa.
 TAYANGAN TV
- Dicekokin tiap hari dengan tayangan sinetron, infotainment, film, yang menimbulkan rangsangan untuk berbuat seks.
 GAYA HIDUP
- menjalani seks sebagai gaya hidup.


f.       Dampak Free Sex Bagi Remaja

Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion). Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas.
Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat.
Akibat psikologis yang seringkali terlupakan ketika melakukan hal ini ialah rasa bersalah, marah, sedih, sesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, bingung, stres, benci diri sendiri, benci orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia, kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, tidak punya pengharapan, cemas, tidak memaafkan diri sendiri, takut hukuman tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, sulit mempertahankan hubungan. Akibat-akibat lain dari seks bebas di kalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian.

g.      Bagaimana Remaja Bersikap
1.   pengetahuan
Dengan pengetahuan remaja akan mengerti dan memahami dampak apa yang mengakibat jika seks bebas di lakukan. Remaja akan lebih kritis terhadap hal-hal yang menuju pada perbuatan seks bebas.
2.   Pergaulan
Berteman dengan orang yang tidak menjerumuskan pada perbuatan yang mendukung terjadinya seks bebas atau perbuatan tercela lainnya seperti menonton film porno,bacaan porno,suka keluar malam walaupun sekedar untuk menongkrong.
3.   Harga diri
Remaja juga harus mempunyai harga diri,hal ini mampu dilakukan pada remaja yang mempunyai kejelasan konsep hidup dalam menjalani hidupnya.
4.   Iman
Kualitas iman dan akhlak akan terus terpupuk dengan memahami batas-batas nilai agama,dengan begitu remaja akan menjaga ntuk tidak melakukan perbuatan dosa.
h.      Pengertian HIV/AIDS

Virus imunodifisiensi manusia (bahasa Inggris: human immunodeficiency virus) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.sedangkan Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi  yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Virus HIV terdapat di sel darah putih yang ada di cairan vagina, cairan darah, air mani, ais susu ibu.
  1. Bagaimana dapat Terinfeksi HIV/AIDS
Melakukan kegiatan yang menyebabkan terjadinya pertukaran cairan tubuh yang mengandung HIV dari orang yang sudah terinfeksi HIV ke orang lain. Cara penularannya yakni:
1.   Lewat cairan darah.
2.   Tranfusi darah.
3.   Pemakaian jarum suntik yg tdk steril dan dipakai bersama-sama.
4.   Pemakaian alat tusuk yg menembus kulit(yg tdk steril dan di pakai bersama-  sama.
5.   Penularan melalui cairan kelamin melalui hub seksual tanpa kondom.
6.   Ibu hamil yg terinfeksi HIV akan menginfeksi masuk dalam peredaran darah janin.



j.        Bagaimana Pencegahan HIV/AIDS

1.   Berhubungan seksual :
- Hanya bersenggama dgn satu pasangan
- Jagan bersenggama yg menyebabkan alat kelamin luka/tergores
- Menghindari bersenggama dgn yg tertular HIV atau PMS lainya
- Penggunaan kondom bila terduga terinfeksi HIV
2.   Darah :
-  Hanya menggunakan alat-alat steril
-  Menggunakan sarung tangan(berkenaan dgn operasi)
-  Tes darah untuk kepentingan tranfusi darah yg tdk terinfeksi.
3.   Perinatal :
- Seorang ibu yg terinfeksi HIV tdk boleh hamil.
k.      Bagaimana tahapan HIV menjadi AIDS
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
1. Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan

2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
-Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)


3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

4. Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oport).
l.        Bagaiman Gejala Orang yang Terinfeksi HIV Menjadi AIDS.
Terdapat 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi) yakni :
1. Tanda-Tanda Gejala Mayor :
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia(penurunan ingatan) / HIV ensefalopati adalah pengembangan infeksi di otak akibat HIV, memburukkan masalah kognitif dan motorik, pada akhirnya menyebabkan demensia terkait AIDS pada beberapa orang.
2. Tanda-Tanda Gejala Minor :
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultiseg mental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo.

0 komentar:

Poskan Komentar